“Posisi trase jalan di beberapa titik kurang aman. Secara teknis, baik dari sisi kelandaian maupun tikungan, perlu dilakukan modifikasi,” tambahnya.
Dinas PUPR Kalsel pun telah menyusun perencanaan teknis untuk pelaksanaan perubahan desain terasa jalan, dan saat ini tengah menunggu persetujuan dari pengelola kawasan Tahura Sultan Adam terkait akses di wilayah konservasi tersebut.
“Kita sudah berkontrak untuk pelaksanaan fisiknya, namun masih menunggu keputusan dari Tahura Sultan Adam karena akses jalan melewati wilayah yang mereka kelola,” jelas Robby.
Sebagai langkah antisipatif, Dinas PUPR Kalsel menghimbau masyarakat pengguna jalan alternatif Banjarbaru-Batulicin untuk lebih berhati-hati, terutama di titik-titik rawan kecelakaan.
“Kami sudah memasang rambu peringatan dan himbauan keselamatan di beberapa titik. Masyarakat diharapkan mematuhi rambu lalu lintas dan meningkatkan kewaspadaan,” tutup Robby. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







