“Di usianya sekarang, Pacquiao tetap punya daya tarik global. Pertarungan melawan nama besar akan lebih menarik ketimbang mengejar gelar dunia,” ujar Morales.
Sementara itu, penggemar di media sosial tampak terbelah. Sebagian mendukung penuh rencana comeback tersebut, sementara lainnya khawatir soal risiko kesehatan.
Meski begitu, Pacquiao dikenal sebagai sosok yang tak mudah mundur. Jika rencana ini berjalan, dunia tinju dipastikan akan menantikan momen “last dance” sang legenda di 2025. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







