“Kami menghadirkan langsung warga Desa Juhu di stand untuk menjelaskan berbagai hal terkait budaya mereka. Konsep ini kami susun bersama tim selama dua minggu sebagai bagian dari promosi pariwisata HST. Harapannya, Desa Juhu semakin dikenal dengan adat istiadatnya,” tambahnya.
Selain itu, ia berharap ke depan acara serupa bisa menghadirkan hiburan yang lebih menarik untuk mendatangkan pengunjung, misalnya menghadirkan artis nasional agar sekaligus mengenalkan ciri khas 13 kabupaten/kota di Kalsel.
Sementara itu, Kepala Disporapar HST, Muhammad Ramadlan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati HST dan Ketua TP PKK HST atas dukungan yang diberikan, sehingga prestasi tersebut bisa diraih.
“Alhamdulillah, atas dukungan dan pembinaan dari Bupati serta Ketua TP PKK menjadi motivasi bagi kami hingga Disporapar dapat meraih prestasi ini di ajang Festival Pasar Terapung Provinsi Kalsel,” ujarnya.
Ia berharap pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus berkiprah dalam memajukan dunia pariwisata di Bumi Murakata.
Ramadlan juga mengapresiasi staf Bidang Pariwisata Disporapar dan semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan Kampoeng Bandjar bertema Kampung Juhu hingga berhasil meraih penghargaan tersebut.
Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2025 ini menampilkan berbagai stand dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel, yang menyuguhkan ciri khas masing-masing daerah mulai dari budaya, kerajinan, hingga kuliner tradisional. (Adew)
Editor: Yayu







