WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Ben Shelton resmi menorehkan namanya dalam sejarah tenis Amerika Serikat setelah menjuarai ATP Masters 1000 Toronto dan naik ke peringkat enam dunia pencapaian tertinggi dalam kariernya sejauh ini.
Shelton, 22 tahun, meraih gelar Masters pertamanya lewat kemenangan dramatis atas Karen Khachanov dengan skor 6-7(5), 6-4, 7-6(3) dalam pertandingan final yang menegangkan, Jumat waktu setempat. Gelar ini menobatkan Shelton sebagai petenis pria Amerika termuda dalam dua dekade terakhir yang menjuarai turnamen sekelas ATP 1000.
“Rasanya seperti mimpi,” ucap Shelton setelah pertandingan, seperti dilansir dari ATP. “Tenis terbaik saya muncul di saat yang paling krusial. Saya sangat tangguh, gigih, ulet semua kualitas yang saya ingin lihat dalam diri saya.”
Tampil Gemilang di Tengah Tekanan
Perjalanan Shelton menuju trofi Toronto tidaklah mudah. Ia harus melewati lawan-lawan tangguh, termasuk petenis top 10 dunia seperti Alex de Minaur (peringkat 8) dan Taylor Fritz (peringkat 4). Di awal turnamen, ia juga harus berjuang keras melewati tie-break di set ketiga saat menghadapi Brandon Nakashima dan Flavio Cobolli.
Shelton tampil luar biasa di final, meskipun sempat kesulitan menghadapi pukulan keras Khachanov di set pertama. Berkat nasihat dari ayah sekaligus pelatihnya, Bryan Shelton, ia mulai mengambil posisi lebih agresif dan mengubah jalannya pertandingan.
“Karen terus-menerus mengganggu saya di lapangan. Tapi saya mulai bisa melepaskan beberapa pukulan kuat dan membalikkan momentum,” kata Shelton.












