WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Setelah sempat memicu polemik panjang dan keresahan warga, proyek pembangunan Jembatan Sei Ulin Kilometer 31 akhirnya menunjukkan titik terang. Pertemuan antara tim pelaksana dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Kalimantan Selatan dengan warga sekitar membuahkan sejumlah kesepakatan penting demi kelancaran proyek sekaligus kenyamanan masyarakat. Salah satu aspirasi utama warga yang akhirnya dikabulkan adalah penurunan elevasi jalan agar akses ke rumah mereka tidak terhalang dan tetap nyaman dilalui. Langkah ini dinilai krusial karena sebelumnya struktur jalan yang terlalu tinggi dikhawatirkan menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. “Kami telah melakukan simulasi teknis dan memastikan penurunan elevasi sekitar 30 sentimeter tetap aman untuk pengguna jalan,” ungkap Koordinator Lapangan Proyek, Bustanul Arifin, Rabu (6/8/2025). Tak hanya itu, bentuk oprit atau tanggul penghubung antara jembatan dan jalan utama juga direvisi. Kini dibuat lebih landai agar kendaraan dapat melintas tanpa hambatan, sekaligus meminimalkan getaran dan kebisingan yang bisa mengganggu pemukiman warga. BACA JUGA:HerTech Banjir Peserta! Ratusan Perempuan Kalsel Dilatih Jadi Ahli AI, Siap Bersaing di Era Digital Jalan Kartika Jadi Fokus Utama Salah satu titik krusial adalah Jalan Kartika, yang sejak awal hanya dirancang sebagai akses lokal namun kini terdampak langsung oleh lalu lintas proyek. Untuk itu, dua solusi penting telah disepakati: pertama, menjadikan jalur tersebut satu arah, dan kedua, menempatkan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik rawan guna mencegah kendaraan umum melintas sembarangan. “Kami ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas, sembari menjaga progres proyek berjalan lancar,” tambah Bustanul. Kesepakatan teknis bukan akhir dari diskusi. BPJN dan perwakilan warga juga akan menggelar rapat lanjutan pada Selasa pekan depan untuk membahas dampak ekonomi proyek terhadap masyarakat sekitar. “Kami masih akan berkoordinasi dengan pimpinan dan stakeholder terkait agar solusi yang diambil benar-benar menyeluruh dan berkeadilan,” tutup Bustanul dengan optimistis. Polemik yang sempat memanas kini mulai mereda, membuka jalan bagi kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan berpihak pada rakyat.(Wartabanjar.com/Ikhsan) editor: nur muhammad