Tak hanya itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi salah satu kendala dalam pemadaman kebakaran.
Meski begitu, koordinasi terus dilakukan dengan pihak TNI/Polri dan relawan, sesuai prosedur tetap jika terjadi kebakaran.
BPBD juga meminta keterlibatan masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api, baik ke kantor BPBD maupun melalui akun media sosial resmi BPBD HST.
Fitriadinoor juga menyampaikan, pemantauan potensi karhutla turut dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk laporan masyarakat dan pantauan media sosial.
“Kami juga menggunakan aplikasi Sipongi sebagai alat bantu pendeteksian. Namun, ada kendala karena sensor pada aplikasi ini cukup sensitif, sehingga terkadang mendeteksi panas yang bukan titik api sebenarnya,” jelasnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di musim kemarau ini.
“Jaga wilayah dan rumah masing-masing, hindari aktivitas yang memicu api, dan pantau terus informasi peringatan dari kami,” ujarnya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan yang menimbulkan dampak luas, termasuk asap, dapat dikenai sanksi hukum sesuai aturan yang berlaku. (Adew)
Editor Restu







