WARTABANJAR.COM, RAQQA – Fenomena mengejutkan terjadi di pedesaan Raqqa, Suriah, saat puluhan warga berbondong-bondong menggali tepian Sungai Eufrat yang mengering demi mencari “emas mentah”. Usut punya usut, gundukan tanah berkilau di dasar sungai memicu kegelisahan masyarakat.
Menurut laporan Shafaq News, warga ramai‑ramai menggali tanpa koordinasi resmi, membangun tenda darurat dan bekerja siang malam dengan peralatan sederhana seperti sekop dan cangkul untuk mencari endapan berkilau.
Fenomena ini juga memicu ekonomi mikro informal: harga perkakas bekas melonjak, bahkan muncul tengkulak lokal yang menjual alat pencarian tanah berkilau.
BACA JUGA:GEGER! 35 Anggota DPRD Purwakarta Masuk Daftar Penerima BSU 2025 Rp600 Ribu, Ketua Dewan Kaget
Namun, para pakar mempertanyakan klaim keberadaan emas. Insinyur geologi Khaled al‑Shammari memperingatkan bahwa tanah yang tampak berkilau tidak cukup menjadi bukti emas. Diperlukan analisis geologi mendalam untuk memastikan kandungan mineral.
Sementara itu, berita ini juga memantik pembicaraan tentang sebuah hadis Nabi Muhammad SAW:
“Sebelum datangnya kiamat, Eufrat akan menyingkap gunung emas sehingga manusia akan berebut…”
Ulama Asaad al‑Hamdani memastikan hadis tersebut otentik dalam tradisi Sunni, namun mengingatkan agar tak buru‑buru mengaitkan kejadian ini sembari menyebut bahwa tafsir spiritual harus didasari pemahaman mendalam.
Beberapa fakta pendukung:
Penemuan emas hingga kini belum diverifikasi oleh media atau institusi kredibel: dugaan yang mencuat kemungkinan besar adalah pyrite atau “fool’s gold”, bukan emas asli.

