”Kami selalu menanam varietas terbaik agar hasilnya maksimal,” ujarnya saat diwawancara.
Namun, di balik keberhasilan panen, terdapat tantangan besar yang masih membayangi para petani, terutama saat musim hujan. Menurut Maryono, kondisi drainase yang kurang baik menyebabkan lahan mudah tergenang banjir.
”Kami sangat berharap pemerintah Banjarbaru bisa memperbaiki sistem irigasi dan drainase, agar air bisa mengalir lancar dan tidak menyebabkan banjir,” harapnya.
Saat ini, hasil panen dari Poktan Kurnia Makmur sebagian besar dijual ke tengkulak. Harga jual pun masih fluktuatif.
”Saat ini harga cabai sempat turun menjadi Rp 45 ribu per kilogram, sementara jagung ada di kisaran Rp 2.500 per batang,” sebut Maryono.
Meski begitu, ia menyebut petani di wilayah tersebut cukup terbantu dengan ketersediaan pupuk yang lancar berkat dukungan dari pemerintah.
Sebagai informasi, Poktan Kurnia Makmur sendiri telah berdiri sejak tahun 2012. (IKhsan)
Editor Restu







