VIDEO – MIRIS! Kalah Sengketa, Bocah 8 Tahun Pertaruhkan Nyawa Untuk Sekolah?‎

‎Tren konflik lahan seperti ini bukan hal baru, namun ketika korban langsungnya adalah anak kecil, maka penyelesaiannya tak bisa semata mengandalkan hukum formal. Harus ada intervensi berbasis kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan dan masa depan anak, di atas hitung-hitungan kepemilikan tanah.

‎Jesica tidak seharusnya menjadi simbol dari kegagalan kita dalam menyelaraskan aturan dengan nurani. Kita butuh lebih dari sekadar pagar yang dibuka atau ditutup. Kita perlu ruang kompromi yang menjadikan hak dasar anak sebagai hal yang tak bisa dinegosiasi.

‎Karena setiap langkah kecil Jesica di pinggir sungai adalah cermin dari beban besar yang kita titipkan padanya, beban dari sistem yang lebih sibuk menjaga batas tanah, dibanding menjamin langkah seorang anak menuju masa depan.(vri/berbagai sumber)

#sengketalahan #siswisd #semarang #wartabanjar