VIDEO - MIRIS! Kalah Sengketa, Bocah 8 Tahun Pertaruhkan Nyawa Untuk Sekolah?
Ukuran Huruf:
https://youtube.com/shorts/nkd0Ga9TU0I
WARTABANJAR.COM - Viralnya video seorang siswi SD di Kota Semarang yang menyusuri sungai untuk pergi ke sekolah telah menggugah perhatian publik. Adalah Jesica, murid kelas dua SDN 01 Sampangan, yang harus melalui jalur alternatif berbahaya yaitu menyusuri Sungai Kaligarang semenjak jalan utama dari rumahnya ditutup oleh pagar galvalum.
Penutupan ini merupakan buntut dari sengketa tanah antara keluarga Jesica dan pemilik lahan, Sri Rejeki, yang menang dalam putusan pengadilan.
Mediasi antara kedua pihak, yang digelar pada (31/7/2025), melibatkan pejabat kelurahan, camat, dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Sayangnya, hasilnya nihil. Pihak keluarga tidak sepakat dengan solusi yang ditawarkan, sementara pemilik lahan berpegang teguh pada hak propertinya.
Di sinilah muncul ironi yang menyakitkan, seorang anak yang mestinya dilindungi dan difasilitasi untuk belajar, justru harus berhadapan dengan konsekuensi dari konflik orang dewasa. Secara hukum, pemilik tanah memiliki otoritas penuh atas propertinya. Namun, bagaimana dengan hak anak atas akses pendidikan yang aman dan layak?
Kejadian ini menyoroti fakta penting bahwa keadilan tidak selalu sejalan dengan legalitas. Kita dihadapkan pada situasi di mana undang-undang menjamin hak atas tanah, namun di sisi lain, konstitusi juga menjamin hak anak untuk bersekolah tanpa hambatan fisik maupun psikologis.
Tren konflik lahan seperti ini bukan hal baru, namun ketika korban langsungnya adalah anak kecil, maka penyelesaiannya tak bisa semata mengandalkan hukum formal. Harus ada intervensi berbasis kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan dan masa depan anak, di atas hitung-hitungan kepemilikan tanah.
Jesica tidak seharusnya menjadi simbol dari kegagalan kita dalam menyelaraskan aturan dengan nurani. Kita butuh lebih dari sekadar pagar yang dibuka atau ditutup. Kita perlu ruang kompromi yang menjadikan hak dasar anak sebagai hal yang tak bisa dinegosiasi.
Karena setiap langkah kecil Jesica di pinggir sungai adalah cermin dari beban besar yang kita titipkan padanya, beban dari sistem yang lebih sibuk menjaga batas tanah, dibanding menjamin langkah seorang anak menuju masa depan.(vri/berbagai sumber)
#sengketalahan #siswisd #semarang #wartabanjar