WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sukses memenangi penghargaan Oscar kategori Best Documentary Feature Film tahun 2025, film No Other Land ternyata berbuntut tragis bagi salah satu krunya, yaitu Odeh Hathalin. Ia yang merupakan seorang aktivis Palestina yang menjadi konsultan dalam film dokumenter No Other Land tersebut, dikonfirmasi meninggal dunia pada Senin (28/7/2025) lalu, setelah ditembak seorang pemukim Israel di Tepi Barat, Palestina. Penembakan Hathalin kali pertama dilaporkan oleh Yuval Abraham, jurnalis Israel sekaligus salah satu sutradara No Other Land. "Hathalin ditembak di tubuh bagian atas dan berada dalam kondisi kritis," ujar Yuva Abraham, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (30/7/2025). Kementerian Kesehatan Palestina, seperti diberitakan Variety pada Selasa (29/7/2025), menyatakan bahwa luka-luka tersebut membuatnya meninggal dunia. Polisi Israel mengatakan pasukannya tiba di tempat kejadian, menahan seorang warga sipil Israel, yang kemudian ditangkap untuk diinterogasi. Polisi tidak mengidentifikasi pria yang mereka tangkap. Militer Israel mengklaim bahwa "ada orang yang melemparkan batu ke arah warga sipil Israel di dekat Carmel," sebuah permukiman Israel di dekat Umm al-Khair. Laporan menyebut terduga pelakunya bernama Yinon Levi, seorang ekstremis yang sebelumnya dikenai sanksi oleh pemerintahan Biden, Inggris, dan Kanada, menurut laporan media Israel. Basel Adra, jurnalis Palestina sekaligus sahabat karb Hathalin yang ikut menyutradarai "No Other Land," juga membagikan kesaksian tentang penembakan, mengatakan bahwa korban sedang berdiri di depan pemukiman warga di desanya ketika seorang pemukim menembakkan peluru yang menembus dadanya hingga merenggut nyawanya. "Beginilah cara Israel menghapus kita, satu nyawa pada satu waktu," tulis Adra dalam sebuah unggahan di Instagram. Pembunuhan Hathalin dilaporkan terjadi di sebuah desa dekat Hebron. Kekerasan oleh pasukan bersenjata Israel di Tepi Barat telah melonjak sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Sejak itu, setidaknya 964 warga Palestina telah dibunuh pasukan Israel dan para pemukim di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hathalin adalah seorang aktivis terkenal yang telah mendampingi para jurnalis dan aktivis lainnya selama bertahun-tahun di Tepi Barat dan ikut serta dalam pembuatan film No Other Land. Sejumlah laporan menyebut, ia pada Juni 2025 lalu pergi ke California untuk mengunjungi sebuah sinagoga sebagai bagian dari tur pidato lintas agama, tetapi ditahan di Bandara Internasional San Francisco setibanya di sana lalu dideportasi setelah petugas imigrasi mencabut visanya. Pada Maret 2025, Hamdan Ballal, salah satu sutradara No Other Land, dipaksa keluar dari ambulans oleh tentara Israel setelah serangan brutal oleh para pemukim, kemudian dipukuli dan ditahan. Ia kemudian dibebaskan setelah adanya permohonan agar ia dibebaskan dari komunitas film internasional. No Other Land merupakan pemenang Piala Oscar untuk kategori dokumenter terbaik, dibuat secara kolektif oleh sineas-sineas Israel-Palestina yang terdiri dari Abraham, Ballal, Adra, dan Rachel Szor. Film tersebut mengisahkan sebuah keluarga Palestina yang tinggal di Tepi Barat ketika rumah mereka dihancurkan oleh pemerintah Israel dan mereka menghadapi penggusuran. (Yayu) Editor: Yayu Po