Kisah Hafid mengajarkan kita bahwa hidup bukan sekadar gelar, jabatan, atau harta, melainkan tentang bagaimana kita berdamai dengan takdir dan mendekatkan diri pada Sang Pemilik Hidup.
Ia bisa saja tetap menjadi dokter ternama, kaya raya, dan dihormati. Tapi ia memilih kesunyian kolong jembatan—bukan karena menyerah, melainkan karena ingin menemukan ketenangan sejati.(Wartabanjar.com/nyinyir_update_official/berbagai sumber)
editor: nur muhammad
