“Pernah kami distop saat melaju 90 km/jam di jalan Haratan, hanya karena ada orang melambaikan tangan minta uang dua ribu rupiah. Untung kami sempat melihat, kalau tidak, bisa celaka,” curhat pengguna lainnya.
Tak sedikit pula yang mengaitkan maraknya kecelakaan belakangan ini dengan bulan Safar dalam kalender Hijriah—yang dalam kepercayaan sebagian masyarakat kerap dianggap sebagai bulan penuh ujian.
“Bulan Safar, semoga kita semua dijauhkan dari marabahaya. Hati-hati di jalan, waspadai kondisi sekitar,” tulis komentar lainnya dengan emotikon menangis dan doa.
Netizen juga mencatat bahwa ini bukan satu-satunya kecelakaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi di kawasan Liang Anggang dan di KM 21-22 Jalan A. Yani. Kini, KM 13 Gambut menjadi titik tragedi berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap dan kondisi terkini kedua korban.
Warga diimbau agar tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak sembarangan mengambil peran sebagai pengatur jalan tanpa pelatihan yang memadai. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama.(Wartabanjar.com/peristiwabanua/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

