Strategi Konsisten dan Komunikasi Solid
Keberhasilan mereka juga tak lepas dari strategi taktis dan chemistry yang dibangun sejak awal turnamen, meski merupakan pasangan baru karena absennya Muhammad Rian Ardianto dan Daniel Marthin.
“Kuncinya bermain taktis dan menguasai permainan depan. Dengan kondisi lapangan yang berangin dan shuttlecock cepat, kontrol permainan depan jadi krusial. Kami sama-sama tipe playmaker dan bisa atasi itu,” jelas Fajar.
Fikri menambahkan bahwa kunci kemenangan mereka adalah komunikasi dan keyakinan diri.
“Saya tidak menyangka bisa juara. Ini pengalaman emosional dan luar biasa. Tidak tahu harus berkata apa,” ujar Fikri haru.
Satu-satunya Gelar Indonesia di Tengah Dominasi Tuan Rumah
China menunjukkan dominasi besar di turnamen berhadiah total 2 juta dolar AS (sekitar Rp32,7 miliar) ini, dengan meraih empat dari lima gelar di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.
Satu-satunya gelar yang lepas dari tangan tuan rumah adalah di nomor ganda putra, berkat performa gemilang Fajar/Fikri. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar







