Anggaran Tembus Rp 2,3 Triliun, Kemiskinan di Kabupaten Banjar Turun Tapi Ketimpangan Menganga, Berikut Datanya

Total realisasi penerimaan pendapatan transfer adalah sebesar Rp 2.080.767.736.845,00 dari target anggaran perubahan sebesar Rp 1.978.929.489.838,00 atau diatas target sebesar 105,15 persen.

Belum lagi ada pendapatan yang sah seperti pendapatan hibah.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas sosial (Dinsos) memiliki dua program untuk mengurangi angka kemiskinan, yakni Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) dan Kelompok Usaha Bersama (KUB).

‎Program ini berada dalam koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) dengan tim yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Banjar.

Baca Juga : Warganet Menduga Kebakaran Gedung Rektorat ULM untuk Hilangkan Bukti Kasus Manipulasi Gelar 16 Guru Besar

‎Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Aswadi menjelaskan, RS-RTLH menyasar warga dengan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan. “Kita ingin rumah mereka menjadi layak, sehat, dan secara sosial bisa meningkatkan kenyamanan lingkungan,” ucapnya, saat ditemui, Senin (28/7/2025) siang.

‎Program KUB dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi. Satu kelompok terdiri dari lima orang, di mana minimal satu di antaranya harus memiliki usaha aktif. “Kami bantu modal agar usaha mereka bisa berkembang,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, Aswadi menjelaskan untuk calon penerima kedua program ini wajib masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memiliki dokumen identitas lengkap serta bukti kepemilikan tanah. Untuk program KUB, peserta juga harus berada di rentang usia produktif, yakni antara 20 hingga 58 tahun.

‎”Penetapan penerima bantuan dilakukan lewat Musrenbang atau proposal dari desa. Prosesnya melibatkan petugas sosial dari tingkat kecamatan dan desa agar bantuan tepat sasaran,” ungkapnya.

‎Tahun lalu, sebanyak 109 rumah berhasil direhabilitasi melalui program RS-RTLH. Tahun ini, ditargetkan 106 rumah yang saat ini masih dalam proses verifikasi. Sementara KUB, jumlah peserta tahun lalu mencapai 100 orang dan target tahun ini tetap sama.

‎”Program RS-RTLH mendapat alokasi anggaran Rp20 juta per rumah, dengan total anggaran tahun ini mencapai sekitar Rp2,18 miliar. Sedangkan untuk KUB, dari 100 peserta terbentuk 20 kelompok, masing-masing mendapat bantuan modal sebesar Rp2 juta, total Rp40 juta,” beber Aswadi.

‎Aswadi menilai kedua program ini sangat efektif. “Setiap tahun permohonan bantuan selalu meningkat. Ini menunjukkan masyarakat merasakan manfaatnya. Kita berupaya memberi solusi nyata, baik dari segi hunian maupun ekonomi,” pungkasnya. (IKhsan)

 

Editor : Hasby