WARTABANJAR.COM, PALU – Suasana mencekam menyelimuti sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang kawasan tersebut pada Kamis malam, 24 Juli 2025, pukul 21.06 WITA.
Guncangan yang terasa kuat hingga ke berbagai daerah membuat warga berhamburan keluar rumah. Di Kabupaten Poso, sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan rusak akibat gempa tersebut.
“Data ini masih sementara, tim kami masih melakukan asesmen di lapangan,” ujar Kepala BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, dalam keterangannya.
Tiga Rumah Retak, Warga Mengungsi
Kerusakan dilaporkan terjadi di Kecamatan Pamona Tenggara, Pamona Selatan, dan Tindoli. Dinding rumah warga jebol akibat guncangan hebat yang menghantam tanpa peringatan.
BACA JUGA:TERNYATA Hulk Hogan Meninggal Karena Serangan Penyakit Mematikan Ini! WWE dan Hollywood Berduka
Meski tidak ada korban jiwa, warga masih diliputi rasa takut dan trauma. Banyak yang memilih bertahan di luar rumah karena masih terjadi gempa susulan.
“Masyarakat belum berani kembali masuk rumah. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Poso dan desa-desa terdampak,” tambah Akris.
Gempa Dangkal, Berpusat di Darat
Menurut BMKG, pusat gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 2,01° LS dan 120,78° BT, dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Gempa dikategorikan sebagai gempa dangkal, sehingga potensi kerusakan lebih tinggi.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan jenis gempa ini memiliki pola pergerakan sesar mendatar (strike-slip).

