Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dian Dinilia, menambahkan bahwa peringatan HAN menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan sebagai pondasi masa depan.
“Anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan rentan menjadi korban eksploitasi dan kekerasan. Karena itu, intervensi harus dilakukan sejak dini, baik dari sisi keluarga, sekolah, maupun kebijakan daerah,” jelasnya.
Partisipasi siswa dari berbagai jenjang, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, juga menjadi bukti bahwa Pemkab Balangan mendorong pendidikan yang inklusif dan tidak diskriminatif.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sebagai refleksi dan evaluasi terhadap peran semua pihak dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Balangan.
“Anak-anak adalah aset berharga. Dengan memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak, kita sedang membangun masa depan yang lebih kuat, adil, dan berdaya saing,” tutup Ernawati. (Alfi)
Editor: Andi Akbar







