Salah satu warga, Siti Khairiah, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini.
Sebelumnya, ia sering kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg, bahkan terpaksa membeli di warung-warung dengan harga yang tidak menentu.
“Kadang saya dapat Rp 40 ribu, kadang Rp 35 ribu, kadang Rp 30 ribu,” katanya.
Khairiah, yang juga pelaku UMKM, berharap ke depannya distribusi gas elpiji dapat lebih merata dan adil bagi warga yang telah terdaftar.
Ia menyoroti praktik sejumlah pangkalan yang menjual gas ke pengecer sebelum melayani warga.
“Kalau bisa, selesaikan dulu ke masyarakat yang memang sudah terdata, dan jangan dibatasi jam pengambilannya,” tuturnya. (IKhsan)
Editor: Yayu







