Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat, pun melontarkan peringatan keras: “Sudah enam bulan lebih. Jangan hanya kejar ranking. Masyarakat inginnya juara. Juara itu cuma satu!”
PBSI dikabarkan akan menerapkan sistem peringatan bertingkat (SP1 hingga SP3) kepada pelatih yang dinilai tidak menghasilkan performa signifikan.
Menuju Titik Balik atau Awal Kejatuhan?
Dengan Kejuaraan Dunia 2025 di Paris yang tinggal sebulan lagi, Japan Open dan China Open (Super 1000) pekan berikutnya akan jadi indikator utama kesiapan tim Indonesia.
Tak ada lagi ruang untuk basa-basi. Kekalahan bukan cuma soal ranking, tapi menyangkut kredibilitas pembinaan nasional. Jika hasil masih nihil, masyarakat tak lagi ingin mendengar janji. Mereka ingin melihat aksi nyata dan perubahan konkrit.
Japan Open 2025 bisa menjadi titik balik kebangkitan, atau justru cermin kegagalan sistem. Semua bergantung pada bagaimana para pemain dan pelatih menjawab tekanan. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar







