HARI PERTAMA SEKOLAH! Akses Jalan ke SDN di HSU Ditutup Gegara Sengketa Tanah, Netizen: "Bocah Acungkan Jari Tengah!"
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, AMUNTAI – Momen hari pertama masuk sekolah yang seharusnya penuh semangat justru ternodai insiden tidak mengenakkan di SDN Pararain, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (14/7/2025).
Pasalnya, akses jalan menuju sekolah tersebut ditutup sepihak oleh pihak yang mengklaim kepemilikan tanah, sehingga membuat para siswa dan orang tua kebingungan. Informasi awal menyebutkan bahwa penutupan ini terkait masalah sengketa lahan yang belum terselesaikan.
Namun, alih-alih fokus pada polemik sengketa lahan, perhatian warganet justru beralih ke salah satu anak SD yang terekam kamera mengacungkan jari tengah, saat situasi berlangsung.
BACA JUGA:SEREM! Aghniny Haque Pingsan 10 Menit di Lokasi Syuting Angker, “Didorong Keras Sosok Misterius!”
Bocah Acungkan Jari Tengah, Netizen Terbelah
Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, tampak seorang siswa perempuan dengan tas warna pink mengacungkan jari tengah ke arah kamera, diduga tanpa sadar akan makna gestur tersebut. Aksinya memicu reaksi beragam dari warganet.
“Itu anak SD tunjuk jari tengah, miris benar melihatnya 😢,” komentar salah satu netizen.
“Jadi bukan fokus ke masalah sekolahnya, tapi moral anak-anaknya,” tulis akun lainnya.
Sebagian warganet menyayangkan minimnya edukasi etika dan penggunaan media sosial pada anak-anak usia dini, serta mendesak peran orang tua dan guru untuk lebih aktif dalam membimbing perilaku anak-anak, baik di dunia nyata maupun maya.
“Mungkin dia tidak tahu arti jari itu. Tapi PR besar untuk orang tua dan sekolah agar lebih memperhatikan akhlak anak,” ujar akun lainnya.
Sengketa Tanah, Pendidikan Anak Jadi Korban
Terlepas dari viralnya aksi sang bocah, banyak pihak tetap menyoroti akar masalah yang lebih serius: penutupan akses jalan sekolah secara sepihak. Sengketa lahan ini membuat kegiatan belajar mengajar terganggu pada hari pertama tahun ajaran baru.
Sejumlah tokoh masyarakat dan wali murid mendesak agar pihak terkait, baik pemerintah daerah, dinas pendidikan, maupun pihak kepolisian, segera menelusuri dan menyelesaikan polemik tanah tersebut secara adil dan transparan.
“Sekolah adalah fasilitas umum. Kalau ada sengketa, selesaikan dengan jalur hukum, jangan korbankan pendidikan anak-anak,” kata salah satu wali murid.
Pentingnya Sertifikasi Tanah Sekolah
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya legalitas aset pendidikan, seperti sertifikat tanah hibah dan wakaf, agar tidak menjadi polemik di kemudian hari.
“Inilah pentingnya administrasi tanah diselesaikan dengan benar sejak awal. Jangan sampai terjadi tumpang tindih klaim yang ujungnya merugikan murid dan guru,” tulis komentar lain.
Warganet berharap kejadian ini bisa menjadi refleksi bagi semua pihak, baik dalam hal penyelesaian konflik lahan secara bijak, maupun dalam membentuk karakter dan akhlak anak-anak sejak dini.
“Semoga anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi berakhlak, dan akses pendidikan tidak lagi terganggu oleh persoalan administratif seperti ini,” pungkas seorang pengguna.(Wartabanjar.com/kalseltoday/berbagai sumber)
editor: nur muhammad