Yajid juga menegaskan bahwa selain mendapat dukungan dari pemerintah daerah, PMI HST akan menjalin kerja sama dengan instansi swasta maupun lembaga lain guna menunjang kebutuhan operasional yang mendesak.
Ketua PMI Kalimantan Selatan, H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, turut mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru PMI HST setelah sempat mengalami kevakuman.
“Saya merasa lega karena HST telah melahirkan pengurus baru. Saya yakin PMI HST akan kembali eksis dan bergerak di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga mendorong agar PMI HST dapat memiliki Unit Pelayanan Darah sendiri di masa mendatang, guna mengatasi persoalan ketersediaan darah di wilayah setempat.
“PMI saat ini menyuplai lebih dari 95% kebutuhan darah nasional, mencapai lebih dari 5,5 juta kantong per tahun. Ini adalah bagian dari misi kemanusiaan yang tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya.
Lebih jauh, Gusti Iskandar mengingatkan bahwa tugas PMI tidak hanya sebatas urusan donor darah, melainkan juga mencakup penanganan bencana, kerawanan sosial, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
Ia pun berpesan kepada pengurus PMI HST agar aktif membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh instansi daerah, serta rutin melaporkan program-program yang dijalankan kepada kepala daerah agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati HST H. Samsul Rizal, Kapolres HST, Dandim 1002/HST, Kejari HST, relawan PMI, serta pengurus PMI Provinsi Kalimantan Selatan. (Adew)
Editor Restu







