Diduga Salah Tangkap! Kepala Puskesmas di Polewali Mandar Alami Pendarahan Otak Usai Dihajar Polisi

WARTABANJAR.COM, POLEWALI MANDAR – Seorang kepala puskesmas di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berinisial J, diduga menjadi korban salah tangkap sekaligus penganiayaan brutal oleh aparat kepolisian saat terjadi bentrokan dalam proses eksekusi lahan di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, Rabu (3/7/2025).

Tragedi memilukan ini terjadi ketika aparat keamanan terlibat bentrok dengan massa yang menolak pengosongan lahan. J yang saat itu berada di rumah mertuanya — yang lokasinya berdekatan dengan area eksekusi, namun tidak termasuk objek sengketa — justru ikut terseret dalam kekacauan.

Tanpa peringatan, beberapa polisi mendobrak pintu rumah keluarga tersebut dan menyeret J keluar. Dugaan penganiayaan pun muncul, setelah korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat benturan benda tumpul, bahkan dilaporkan mengalami pendarahan otak dan harus mendapatkan perawatan intensif.

BACA JUGA:Tak Hanya Cowok! Cewek Ikut Euforia Layangan di Atas Jembatan HKSN, Polresta Turun Tangan

Pihak keluarga menyatakan J tidak memiliki keterlibatan dalam konflik tersebut dan hanya kebetulan berada di lokasi karena kunjungan pribadi.