Adaptasi Kiandra Ramadhipa di Dua Kejuaraan Internasional Sekaligus

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nama M. Kiandra Ramadhipa tengah jadi sorotan dunia balap motor junior setelah mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang memenangkan Race 1 European Talent Cup (ETC) di Magny-Cours, Prancis. Namun, di balik prestasi gemilang itu, Ramadhipa juga menghadapi tantangan besar: berkompetisi di dua kejuaraan Eropa sekaligus dalam satu musim yakni ETC dan Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Dua Kompetisi, Dua Tipe Motor
Berbeda dari kebanyakan pembalap muda yang hanya fokus pada satu kejuaraan, Ramadhipa harus membagi fokus dan adaptasi antara motor Honda NSF250R yang digunakan di ETC dan KTM RC 250 R di Red Bull Rookies Cup. Keduanya memiliki karakteristik, bobot, dan gaya berkendara yang berbeda.

“Adaptasi antar motor adalah tantangan tersendiri, tapi saya menganggapnya sebagai kesempatan belajar lebih cepat,” ujar Ramadhipa dalam wawancara bersama media FIM JuniorGP.

Tantangan Fisik dan Mental
Persaingan di dua ajang internasional yang digelar hampir setiap dua pekan juga menuntut stamina prima dan ketahanan mental. Ramadhipa harus menjaga kondisi fisik agar tetap kompetitif sekaligus mengatur strategi pemulihan antara balapan.

“Konsistensi bukan hanya soal kecepatan, tapi juga bagaimana saya menjaga fokus, tidur cukup, dan menyiapkan diri untuk dua jenis tekanan,” tambahnya.