Resmi Luncurkan Program “Semangat Baja”, Bupati Batola Soroti Sanitasi Menuju Kabupaten Sehat

Salah satu kegiatan konkret dari program ini adalah pelatihan tukang di desa-desa untuk membangun jamban, baik jenis jamban keluarga maupun jamban tripicon.

Bupati juga menyoroti urgensi program ini, mengingat pencapaian sanitasi layak di Barito Kuala baru mencapai 71,05%, dan baru 21% desa yang berstatus Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

“Diharapkan, Program Semangat Baja ini mampu meningkatkan cakupan sanitasi, memperluas cakupan desa SBS, menurunkan prevalensi stunting, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Barito Kuala Sehat,” sambungnya.

Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program ini, serta berharap pelaksanaannya bisa mempercepat peningkatan akses sanitasi masyarakat.

BACA JUGA: Israel Makin Terjerumus Konflik, Putra Netanyahu Ganti Nama karena Takut Bertemu Umat Islam

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan plakat dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kepada PT Adaro Indonesia, atas dukungan dan partisipasinya dalam peningkatan akses sanitasi melalui inovasi Semangat Baja di wilayah Barito Kuala.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Kepala Dinas Kesehatan Barito Kuala, para Pimpinan SKPD, perwakilan PT Adaro Indonesia, seluruh camat se-Barito Kuala, Kepala Puskesmas, serta Ketua Asosiasi Kepala Desa Kecamatan se-Kabupaten Barito Kuala. (rls)

Editor: Yayu