Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menyebut program ini akan digelar berkelanjutan, menyasar seluruh kelurahan.
“Kita mulai dari ASN, lalu menyasar masyarakat umum. Penimbangan dilakukan transparan. Sampah senilai Rp10 ribu misalnya, akan mendapat bonus seperti sabun atau pakaian,” jelas Alive.
Barang-barang layak pakai seperti buku dan baju bekas akan disumbangkan ke pemulung dan warga kurang mampu. Posko pengumpulan masih akan dibuka dalam beberapa hari ke depan untuk memberi kesempatan lebih luas bagi warga yang ingin berpartisipasi.
“Kami tidak membatasi waktu. Siapa pun yang ingin bersedekah, besok pun masih bisa datang,” ujarnya.
Sedekah Sampah menjadi bagian dari rangkaian panjang kampanye pelestarian lingkungan di Banjarmasin. Sebelumnya, digelar kurban tanpa plastik dan penanaman pohon bersama wakil wali kota.
Program selanjutnya akan dihelat 19 Juli mendatang berupa “Pilah Sampah, Tukar Sembako” di tingkat kelurahan.
Meski belum ada target tonase sampah yang terkumpul, pemerintah optimistis program ini akan menekan volume limbah yang selama ini mencemari sungai dan lingkungan kota. (Ramadan)
Editor Restu







