Tragis! Bocah 8 Tahun di Thailand Tak Bisa Bicara Hanya Bisa "Menggonggong" karena Ditinggal Ibunya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Kisah tragis datang dari Provinsi Uttaradit, Thailand. Seorang anak laki-laki berinisial A (8 tahun) ditemukan hanya bisa berkomunikasi dengan menggonggong layaknya anjing, setelah lama ditelantarkan oleh ibu dan kakaknya yang kecanduan narkoba.
Asal-usul dan Lingkungan Sang Bocah
Menurut laporan dari Khaosod English dan SCMP, A tumbuh bersama enam ekor anjing di rumah panggung kayu yang kumuh, sementara ibunya, yang berprofesi sebagai pengemis dan kakaknya terlalu sibuk dengan kebiasaan mereka untuk peduli. Ia jarang, bahkan tidak pernah bersekolah meski sang ibu menerima dana bantuan pendidikan pemerintah sekitar 400 baht (±Rp170 000).
BACA JUGA:VIDEO – Viral! Pria Pengasuh Anak Yatim Dipukuli Warga Gara-Gara Cabut Satu Pohon Singkong
Komunikasi A sepenuhnya bersifat non-verbal. Sepanjang hari, ia hanya belajar bertahan hidup dan berinteraksi dengan anjing-anjing peliharaannya, hingga akhirnya mirip perilaku hewan—menggonggong dan tidak pernah belajar bicara manusia .
Akhir yang Menyentuh: Upaya Penyelamatan
Beruntung, kepala sekolah setempat, Sopon Siha-ampai, beserta aktivis anak Paveena Hongsakul dari Yayasan Paveena, melaporkan kasus ini ke pihak berwenang. Pada 30 Juni, tim gabungan dari kepolisian, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Sosial mendatangi lokasi dan menemukan kondisi yang memprihatinkan.
Hasil tes menunjukkan ibu (46) dan kakak (23) A positif narkoba. Keduanya kemudian dikenai tuduhan penyalahgunaan narkotika, sedangkan A segera dipindahkan ke panti asuhan anak di Uttaradit untuk mendapatkan perawatan dan pendampingan.
Kata Aktivis: “He didn’t speak, he just barked”
Paveena Hongsakul menyatakan:
“Dia tidak berbicara, dia hanya menggonggong. Sungguh menyedihkan melihatnya.”
Kini, A tengah mendapatkan bantuan pendidikan dan sosial bertahap, ditangani oleh Yayasan Paveena bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Pusat Manajemen Kebahagiaan dan Keamanan Anak.(Wartabanjar.com/aseannow.com/10scmp.com/aseannow.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad