Program ini menekankan pentingnya pendidikan berbasis teknologi untuk menciptakan kota cerdas dan masyarakat digital.
“Dukungan terhadap program Banjarmasin 5.0 sangat nyata. Harapannya, hasil pelatihan ini bisa langsung diterapkan di lingkungan sekolah,” lanjut Ryan.
Menurut panitia daerah pelatihan, M. Herlianur Pahdi, kegiatan ini diikuti oleh 71 guru dari 71 sekolah terpilih, yang mewakili lebih dari 400 siswa.
“Mereka yang ikut pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan, menyebarkan ilmu yang didapat kepada guru lain, dan tentunya kepada siswa mereka,” katanya.
Pelatihan ini dipandang sebagai langkah konkret menuju transformasi pendidikan digital dan persiapan menyongsong era industri 4.0 dan society 5.0, di mana teknologi dan kecerdasan buatan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Guru-guru akan dibimbing bagaimana mengadaptasikan materi ini sesuai dengan jenjang siswa. Jadi tidak asal ajar, tapi disesuaikan dengan usia dan pemahaman mereka,” pungkas Herlianur. (Ramadan)
Editor Restu













