“Jepang untuk bisa mencapai prestasi itu mereka melakukan kerja keras dan perkembangan selama 10 tahun, 20 tahun, bahkan 30 tahun. Jadi, saya juga ingin mengambil hal-hal yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia dan ingin terus mengembangkan sepak bola putri di Indonesia,” tambahnya.
Setelah kegagalan dalam kualifikasi Piala Asia Putri, Garuda Pertiwi kini akan fokus pada turnamen ASEAN Women’s Championship atau Piala AFF putri yang akan berlangsung bulan depan di Vietnam.
BACA JUGA: GEGER! Diduga Anut Ajaran Menyimpang, Warga Jaranih HST Tolak Sholat dan Puasa Rumah Nyaris Dibakar
“Setiap ikut turnamen kita ingin menang dan juara. Sekarang kita berjuang ke arah sana. Jadi, sekarang kita lagi memikirkan gimana caranya untuk menang,” jelasnya.
Ia menyebut kemungkinan timnya tidak akan diperkuat beberapa pemain diaspora di turnamen mendatang, namun ia tetap optimistis dengan kualitas pemain yang ada seperti Sheva Imut, Helsya Maeisyaroh, dan Reva Octaviani.
Di ASEAN Women’s Championship, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Thailand, dan Kamboja.
Ia melihat pertemuan dengan Vietnam dan Thailand sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas timnya.
“Jadi, ketika kita mau menjadi tim yang nantinya akan bisa terus main di Piala Asia dan lolos ke sana, pastinya juga kita harus terus melihat lawan-lawan seperti Thailand, Myanmar, yang kuat-kuat. Kita harus terus mencoba melawan mereka, kita lihat juga kekuatan mereka, dan kita harus terbiasa melawan mereka dan menang, sehingga kita terus bisa naik levelnya ke depan,” pungkasnya. (yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu







