WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin tengah dibuat resah oleh ulah sejumlah oknum tak dikenal yang menggalang dana secara ilegal dengan mengatasnamakan kesatuan pemadam kebakaran (BPK). Aksi mereka tersebar di berbagai wilayah kota, mulai dari kawasan Saka Permai, Handil Bakti, hingga Sungai Jingah, Kuin Selatan, dan sekitar Jembatan Grilya. Sebuah video yang diunggah di media sosial Instagram memperlihatkan aksi para oknum tersebut yang mendatangi warga satu per satu, mengenakan seragam PDL (Pakaian Dinas Lapangan) coklat, dan mengaku sebagai anggota BPK dari organisasi yang sejatinya sudah tidak aktif, seperti “Putra 09”, “Saka Permai”, dan “Info 10.11”. Modus: Menggalang Dana dengan Seragam dan Nama BPK Nonaktif Dengan berpura-pura menjadi relawan pemadam kebakaran, para pelaku menjalankan aksi mereka tanpa surat tugas atau legalitas resmi. Mereka mendatangi rumah-rumah warga dan tempat ibadah untuk meminta sumbangan. Padahal, organisasi yang mereka bawa namanya telah dinyatakan nonaktif dan tidak lagi beroperasi secara sah. Warga pun dibuat bingung dan tidak sedikit yang merasa terintimidasi karena tak ingin menolak permintaan yang mengatasnamakan relawan sosial. PABA: Sudah Ditegur, Masih Nekat Beraksi Aksi ini sempat dicegat oleh relawan Kesatuan Pemadam Kebakaran Panglima Batur (PABA) di kawasan Sungai Jingah, wilayah sekitar Masjid Jami. PABA hanya memberikan teguran keras dan meminta para pelaku tidak lagi melakukan aktivitas di wilayah tersebut. “Kami hanya beri imbauan dan peringatan tegas agar mereka tidak masuk ke wilayah Masjid Jami,” ujar salah satu anggota relawan PABA. Namun, aktivitas mencurigakan itu kembali muncul beberapa hari kemudian. BACA JUGA:Polda Jatim Temukan Sekoci Kosong, Diduga Milik KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam, Ada 6 Korban Tewas Dipergoki di Jembatan Grilya, Oknum Gagal Menunjukkan Identitas Seorang relawan pemadam kebakaran dari kesatuan 039 (Ipul) berhasil memergoki kembali aksi penggalangan dana ilegal di kawasan Jembatan Grilya, Banjarmasin. Saat dihampiri dan ditanya soal identitas serta izin resmi sesuai Peraturan Daerah (Perda), pelaku tampak gugup dan tidak bisa memberikan penjelasan meyakinkan. “Kita serahkan ke relawan Grilya, dan minta jangan berkegiatan di luar wilayah. Sudah tahu juga bahwa kesatuan Putra 09 itu sudah tidak aktif,” ujar Ipul, relawan yang memergoki kejadian tersebut. Yang lebih mengkhawatirkan, gelagat pelaku saat diinterogasi menunjukkan bahwa ia mungkin berada di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang. Warga Diminta Waspada dan Laporkan Aksi Serupa Mengingat maraknya kejadian ini, warga diimbau untuk tidak mudah percaya pada siapapun yang datang mengatasnamakan organisasi BPK tanpa identitas yang sah. Penggalangan dana resmi umumnya disertai surat izin dari pihak berwenang dan dilakukan oleh anggota aktif yang dikenal oleh warga sekitar. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah juga diminta lebih proaktif dalam menertibkan oknum-oknum liar yang mencatut nama organisasi demi kepentingan pribadi.(Wartabanjar.com/kalimantanpunya.id/berbagai sumber) editor: nur muhammad