“Enggak bisa satu pemain satu pelatih. Harus bisa menyesuaikan. Kalau enggak cocok semua, ya susah,” ucapnya.
Baru Dua Gelar, Itu pun di Turnamen Level Menengah
Hingga Juli 2025, baru dua gelar yang berhasil dipersembahkan atlet pelatnas:
Ganda Putri: Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di Thailand Masters (Super 300)
Ganda Campuran: Afar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Taiwan Open (Super 300)
Namun di level turnamen elit seperti Super 500, Super 750, hingga Super 1000, atlet Indonesia belum mampu berbicara banyak.
Semua Dinilai dari Data, Promosi-Degradasi Pelatih Segera Aktif Lagi
Taufik menegaskan evaluasi tidak akan berdasarkan opini semata, melainkan data objektif dari Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI. Ia juga meminta agar sistem promosi dan degradasi pelatih kembali diterapkan secara berkala.
“Jangan sampai pelatih terus-terusan merasa aman. Hasil minim tapi tetap bertahan. Kita mau yang terbaik untuk Indonesia,” tegas Taufik. (Aar)
Editor: Andi Akbar







