WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Mulai dari 1991, FIFA memperkenalkan penghargaan FIFA World Player of the Year, yang kini dikenal sebagai The Best FIFA Men’s Player. Sejak awal, penghargaan ini jadi ikon, menandai siapa pemain paling bersinar dalam sepak bola dunia.
1. Era Legendaris 90-an
Pada awalnya, nama-nama besar seperti Lothar Matthäus (1991), Marco van Basten (1992), Zinedine Zidane (1998, 2000, 2003), hingga Rivaldo (1999) mendominasi penghargaan ini. Ini jadi bukti kualitas pemain Eropa dan Brasil yang punya pengaruh besar saat itu.

2. Dominasi Brasil dan Zidane
Di tahun 2000–2004, dominasinya masih tajam: Zizou tiga kali, Ronaldinho dua kali (2004–2005), Ronaldo “fenomena” dua kali (1997–1998). Era ini penuh pesona flair ala Brasil dan kedalaman teknik ala Eropa.
3. Pergeseran ke Eropa Tengah
Era Fabio Cannavaro (2006) dan Kaka (2007) menandai kehadiran nama baru. Generasi ini selain menghibur, juga jadi simbol transisi sebelum era superstars Messi–Ronaldo.
4. Persaingan Abadi Messi vs Ronaldo
Sejak 2008, persaingan Messi–Cristiano Ronaldo dimulai. Mereka saling bertukar gelar selama lebih dari satu dekade: Ronaldo (’08, ’13, ’14, ’16, ’17) dan Messi (’09–’11, ’12, ’15, ’19, ’22, ’23).

5. Puncak Dominasi Kedua Superstar
Fakta menarik: sejak 2008, hanya tahun 2018 dan 2024 muncullah pemenang dari luar Messi–Ronaldo: Luka Modrić (2018) dan Vinícius Júnior (2024). Artinya, persaingan super ketat itu akhirnya ‘pecah’ di era baru.
