WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Wisata Pemandian Batuah di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang sempat diterjang banjir bandang pada Sabtu, 28 Juni 2025 kemarin, kini telah kembali dibuka untuk umum. Meskipun air bah telah surut dan lokasi wisata mulai dibersihkan, dampak kerusakan yang ditimbulkan masih menyisakan kerugian, terutama bagi para pedagang yang baru saja memulai usahanya. Di tengah puing-puing dan lumpur sisa banjir, ada kisah menarik dari salah satu warung yang relatif selamat dari terjangan air. Warung milik Acil Awal, pedagang yang baru memulai usahanya di Wisata Batuah sejak 17 Agustus lalu, berhasil mempertahankan strukturnya, meski barang dagangan di dalamnya tak luput dari kerusakan. Sahriansyah, salah seorang pengelola sekaligus pedagang di Wisata Pemandian Batuah, menunjuk ke arah warung Acil Awal. "Warung ini cuma sidin hanyar (baru) maulah, supaya kawa (bisa) ditempati yang ini aja yang masih utuh, ini pank foto guru (Abah Guru Sekumpul) ini pank kira kira, Sidin meambil apuahnya dari guru. Di sebelah tuh parah jua kalau dilihati tenggaalam jua, tapi dilihati ada jua gambar almarhum guru ini," ujarnya sembari menunjuk kondisi warung yang masih bisa digunakan. Ia percaya, keberadaan foto sosok guru spiritual di dalam warung tersebut membawa berkah dan melindunginya dari kehancuran total. Namun, keberuntungan ini tidak sepenuhnya menghapus kerugian Acil Awal. "Barang basahan, barang di dalam warung seberataan sebagian kwa dipakai, sebagaian kada kwa. Mehadang duitnya ai untuk memperbaiki ini," keluhnya. Ia harus kembali berjuang untuk memulihkan usahanya yang belum genap setahun berjalan. Kerugian Lain dan Pemulihan yang Terus Berlanjut Selain warung Acil Awal, Syahriansyah juga melaporkan kerusakan lain yang cukup parah. "Panggung lawan (dengan) tenda yang dihantamnya, kamar ganti abis jua. Yang rusak ini warung, tenda, warung sekitar 6 buah, tenda hilang, tenda tidak sempat diselamatkan, cuma hancur jua Kd kwa di apa apakan lagi." Bahkan, tenda panggung yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi warungnya ikut hanyut terseret arus. "Tenda panggung itu di ujung sana sekitar 5 kiloan ada larut, salon aman Kd sawat meangkat musik kami." Saat ini, pihak pengelola dan pedagang masih menunggu bantuan alat berat untuk merapikan area wisata. Meskipun demikian, aktivitas di Wisata Batuah tetap berjalan. "Ini kami kira kira menunggu bantuan alat untuk merapikan, ini buka terus aja, kalau ada pengunjung nya tetap kami layani. Sudah buka siapa aja, untuk pengunjung kalau mandi-mandi, sudah mulai aman," kata Syahriansyah. Ia juga mengungkapkan bahwa banjir serupa pernah terjadi delapan tahun lalu, dan baru kali ini terulang kembali. (Gazali) Editor Restu