Dukungan lintas sektor ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan Balangan ke depan akan ditopang oleh nilai-nilai lokal yang kuat dan kolaborasi yang luas.
Adat Sebagai Penjaga Arah Pembangunan
Dalam diskusi internal, salah satu tokoh adat dengan tegas menyatakan:
“Adat bukan penghambat pembangunan. Ia adalah pondasi moral dan sosial yang memastikan pembangunan tetap berpihak pada manusia dan alam.”
Pernyataan itu mendapat sambutan hangat, mencerminkan kesadaran kolektif bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari angka ekonomi, tetapi juga dari tegaknya nilai, identitas, dan martabat masyarakat lokal.
Perwakilan DAD Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Kadir, juga menegaskan pentingnya menempatkan kedaulatan budaya sebagai bagian dari arsitektur pembangunan nasional. Dengan mengakar pada adat, pembangunan tidak akan tercerabut dari jati diri bangsa.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad







