WARTABANJAR.COM, TANAH GROGOT- Dalam upaya memperkuat budaya kerja aman dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan kerja, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Balikpapan melaksanakan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan hydrant di Gardu Induk Grogot, Kalimantan Timur, Kamis (12/6/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh Team Leader Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PLN UPT Balikpapan, Abdul Manan, dan diikuti oleh seluruh personel operasional, termasuk operator gardu, petugas kebersihan, hingga satuan pengamanan (security). Simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis kepada seluruh peserta tentang jenis-jenis kebakaran, prosedur penggunaan APAR dan hydrant yang benar, serta langkah-langkah evakuasi yang efektif dan terkoordinasi dalam kondisi darurat. Manager UPT Balikpapan, Jati Pharmadita, dalam siaran pers PLN, Kamis (26/6/2025), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN dalam memastikan seluruh personel memiliki kompetensi dasar penanganan awal kebakaran. Keselamatan, imbuhnya, adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas kelistrikan. "Simulasi ini bukan hanya pelatihan rutin, melainkan bentuk nyata dari budaya kerja aman yang ingin kami bangun dan tumbuhkan di setiap lini,” ujar Jati. Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, mengapresiasi pelaksanaan simulasi yang dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua elemen di Gardu Induk. Kegiatan ini, katanya, menjadi bukti bahwa semangat transformasi budaya kerja di PLN tidak hanya berhenti di slogan, tetapi benar-benar dijalankan di lapangan. BACA JUGA: Wanita Diduga Menceburkan Diri ke Laut Kotabaru "Inilah wajah PLN untuk rakyat, hadir dengan keandalan, dan menjamin keselamatan seluruh insan yang mengoperasikan sistem ketenagalistrikan,” ungkap Riko. Ia menambahkan bahwa PLN terus mendorong peningkatan kapasitas SDM dalam aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi operasional kelistrikan yang andal dan profesional. “Kami ingin semua personel siap sebagai first responder di lingkungan kerja masing-masing, karena keandalan sistem kelistrikan dimulai dari kesiapsiagaan orang-orang di baliknya,” tambah Riko. Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta yang terlibat. Melalui simulasi ini, PLN berharap setiap pegawai mampu menjadi agen keselamatan di unitnya, serta turut menciptakan budaya kerja yang lebih tangguh, aman, dan responsif terhadap kondisi darurat. (rls) Editor: Yayu