WARTABANJAR.COM, KUTAI - PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Timur melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Electrifying Marine. Pogram ini berupa bantuan kepada Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Nila Balap Maju Mapan di Balai Pertemuan Umum Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bantuan yang diberikan meliputi aerator listrik, benih ikan, pakan, serta alat pendukung pengolahan hasil panen. Program ini hadir sebagai respons atas tantangan serius yang dihadapi pembudidaya ikan di Sungai Mahakam, terutama saat terjadi fenomena “bangai” atau buruknya kualitas air yang menyebabkan kadar oksigen turun drastis. Baca Juga Kemenag Kalsel Umumkan Identitas 8 Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin yang Wafat di Tanah Suci “Dengan bantuan ini, kami berharap bisa meningkatkan hasil panen yang selama ini hanya 5–6 ton per bulan. Aerator listrik dari PLN sangat membantu, karena sebelumnya kami masih bergantung pada aerator berbahan bakar solar yang biayanya cukup tinggi,” ungkap Saiful Akbar, perwakilan Pokdakan Nila Balap Maju Mapan. Program Electrifying Marine sejalan dengan komitmen PLN untuk menghadirkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas, tidak hanya sebagai penerang, namun juga sebagai pendorong produktivitas dan keberlanjutan usaha. “Program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata PLN dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kami berupaya menjawab tantangan di sektor ketahanan pangan, terutama dalam konteks swasembada pangan berbasis perikanan air tawar,” ujar General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa sinergi antara BUMN, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan dampak berkelanjutan. “Melalui program ini, kami ingin membuktikan bahwa listrik bukan hanya untuk konsumsi rumah tangga, tapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor ekonomi rakyat,” lanjutnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kutai Kartanegara, Aryanto menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif PLN. “Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung ekonomi lokal. Jika terbukti efektif, Pemkab Kukar akan mempertimbangkan perluasan penggunaan aerator listrik ke kelompok pembudidaya lainnya,” ujarnya. Rincian Bantuan TJSL Electrifying Marine PLN: Ekstensifikasi Budidaya: • 58.227 ekor benih ikan nila ukuran 7–9 cm • 2.700 kg pakan benih • 7.808 kg pakan pembesaran • 10 unit paranet Peralatan Produksi dan Pengolahan Hasil Budidaya: • 2 unit supercharge (aerator) • Tambah daya listrik dari 900 VA ke 2.200 VA • Token listrik gratis selama 8 bulan • 2 unit freezer • 1 unit kulkas es batu • 2 unit kompor elektrik • 1 unit mesin spinner • 1 unit mesin vacuum press plastik • 1 lot plastik kemasan Dengan semangat dedikasi tanpa henti, PLN terus berinovasi dan bersinergi untuk memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat serta menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.(rilis) Editor Restu