WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Serangan rudal yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk kembali mengancam stabilitas Timur Tengah. Ketegangan terbaru ini juga berdampak pada ranah olahraga, khususnya pelaksanaan babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang rencananya digelar di Qatar. Sejumlah negara peserta mulai menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap situasi keamanan di wilayah tersebut. Menanggapi hal ini, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan bahwa opsi relokasi sedang dalam pertimbangan. "Kami terus memantau situasi keamanan di kawasan Teluk. Jika ada eskalasi signifikan yang membahayakan keselamatan pemain dan ofisial, AFC tidak menutup kemungkinan untuk mencari lokasi alternatif," ujar Dato’ Windsor John, Sekretaris Jenderal AFC, kepada The National News, Senin (23/6). Sementara itu, pihak Qatar sebagai tuan rumah tetap menunjukkan sikap tenang dan profesional. Ketua Komite Penyelenggara, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, menegaskan bahwa Qatar masih siap menyelenggarakan pertandingan sesuai jadwal. "Keamanan nasional kami dalam kondisi stabil dan semua infrastruktur pertandingan sudah siap. Kami terus berkoordinasi dengan FIFA dan AFC untuk memastikan turnamen berjalan lancar," kata Sheikh Hamad dalam pernyataan resmi kepada media lokal Al Jazeera Sports. Namun demikian, laporan intelijen menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan AS bisa berdampak meluas, termasuk pada kawasan udara dan pengaturan keamanan wilayah Teluk. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi FIFA, yang sejak Piala Dunia 2022 selalu menekankan pentingnya faktor keamanan dalam semua event internasional. Babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Asia dijadwalkan berlangsung pada September 2025, dengan 18 negara bersaing memperebutkan tiket ke turnamen utama di Amerika Utara. Timnas Indonesia termasuk dalam kontestan yang berpotensi tampil di fase ini, membuat perkembangan situasi ini sangat ditunggu publik nasional. (berbagai sumber/Aar)   Editor : Andi Akbar