“Bapala aku hndak k pasar kana razia”
“Nyaman banar di rica-rica hehh”
“Gawil dibatis amangnya auto baluncat pasti 😂😂”
“Inya handak tulak ke pasar 🥲”
“Lumayan bila ada yang handak makan daging ular dan kulit bisa dipakai. Rezeki datang saurang.”
“Handak betukar bumbu dapur 😂”
“Buy lumayan ganal wan panjang nyaa 😂”
“Sawa said: ‘Kalo berani, jangan main belakang, coba main depan!’ 😂”
“Allamak duit neee”
“Uma banyaknya yang rescue 😂 Sorangan aja itu kawa.”
Ular sawa atau sanca batik memang kerap muncul di kawasan yang dekat dengan habitat alaminya. Meski tidak berbisa, ukurannya yang besar tetap membuat warga waspada karena bisa membahayakan, terutama anak-anak atau hewan peliharaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai asal ular tersebut, namun warga mengapresiasi kecepatan para petugas dan masyarakat dalam menanganinya.(Wartabanjar.com/banjarbaruterkini/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







