WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Semangat mencintai bumi kini digaungkan oleh para penyuluh agama melalui gerakan bertajuk “Penyuluh Agama Cinta Bumi” di peringatan hari lahir ke-2 Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Kalimantan Selatan. Gerakan ini menjadi langkah baru IPARI dalam memperluas peran penyuluh agama, tak hanya memberikan bimbingan spiritual, tetapi juga turut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ketua PW IPARI Kalsel, Muhammad Rafi’i, Selasa (17/6/2025), mengatakan penyuluh agama tidak hanya berkutat pada mimbar dakwah, tetapi juga harus hadir dalam pembangunan daerah. "Salah satunya dengan mengajak masyarakat peduli lingkungan lewat pendekatan keagamaan,” sambungnya. Ini sejalan dengan arahan Mendagri, sambungnya, melalui kegiatan keagamaan, kita bisa mendorong masyarakat untuk lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan. Sebagai langkah awal, para pengurus dan penyuluh IPARI Kalsel dibekali pelatihan pembuatan dan pemanfaatan Eco Enzyme, sebuah cairan organik serbaguna hasil fermentasi limbah dapur yang ramah lingkungan. Pelatihan ini menggandeng para ahli dari komunitas Eco Enzyme Nusantara yang langsung membimbing peserta dalam proses pembuatan hingga pemanfaatannya. Muhammad Rafi’i berharap gerakan ini bisa menjadi pemantik gerakan serupa di wilayah lain. "Ini langkah strategis yang kami mulai dari Kalimantan Selatan. Semoga gerakan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat dan menjadi gerakan bersama untuk bumi yang lebih sehat," pungkasnya. BACA JUGA: VIRAL! Ulama dan Santri Segel Alfamart di Ciamis, Tuntut Boikot Produk Israel Peluncuran gerakan ini turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, yang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. (Ramadan) Editor: Yayu