Masjid Agung Al-Karomah: Warisan Budaya, Perjuangan Rakyat Banjar dan Simbol Abadi Martapura

“Nama Al-Karomah, yang berarti “kemuliaan”, baru disematkan beberapa dekade kemudian, setelah sebuah peristiwa luar biasa terjadi,” beber Mursalin.

Tepatnya pada Tahun 1937, banjir besar melanda Martapura.

Air merendam hampir seluruh wilayah sekitarnya, namun anehnya masjid ini tetap kering, tak tersentuh genangan.

BACA JUGA: Zaskia Adya Mecca dan 9 WNI ke Mesir Ikut Aksi Global March to Gaza Akhiri Penjajahan di Palestina

“Warga menganggap peristiwa itu sebagai karomah atau tanda keajaiban dari Allah SWT yang meneguhkan bahwa tempat ini bukan sembarangan. Sejak saat itu, masjid diberi nama Masjid Agung Al-Karomah,” tuturnya.

Kini, Masjid Al-Karomah berdiri megah di tengah Martapura yang damai, menjadi simbol perjuangan yang tak pernah padam.

Sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Al Karomah juga merupakan monumen sejarah yang mengingatkan kita terhadap keberanian dan pengorbanan rakyat Banjar dalam melawan ketidakadilan.

“Di balik kubahnya yang menjulang tinggi, tersimpan jejak darah dan air mata, menjadi saksi bisu bagi api perlawanan yang pernah membakar tanah Pasayangan,” tutup Sejarawan muda Banua tersebut. (IKhsan)

Editor: Yayu