WARTABANJAR.COM – Satu per satu jamaah haji Indonesia yang baru menyelesaikan nafar awal dari Mina tiba di pemondokan mereka di Sektor 8 Daerah Kerja Makkah, Ahad (8/6/2025).
Makkah sedang sangat terik tepat di pukul 12.20 siang waktu setempat, suhu mencapai 42 derajat celsius.
Di antara keramaian, terlihat seorang lelaki berseragam PPIH bertuliskan “Inspektorat Jenderal Kemenag” berlari kecil menyeberangi jalan.
Baca Juga
Heboh Grup Facebook Kumpulan LGBT Indonesia, Ada dari Banjarmasin Juga, Anggotanya Ribuan
Di pelukannya, seorang jamaah lanjut usia yang lemah tak berdaya karena stroke, kebingungan setelah diturunkan di hotel yang bukan tempatnya menginap.
Lelaki itu adalah Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas.
“Saya sebenarnya dalam kondisi yang kurang fit juga, masih minum obat.Tapi saya tidak tega melihat jama’ah tidak bisa jalan dan mau menyeberang jalan, habis diturunkan oleh bus dari Mina di hotel yang bukan tempat dia menginap.” ujarnya.
Selain melakukan pemantauan langsung, Irjen Khairunas tak sekadar berdiri mengamati dari kejauhan.
Ia justru turun tangan, menyingsingkan lengan, dan terlibat langsung memastikan setiap kebutuhan jemaah terpenuhi di titik-titik paling krusial.
“Saya tetap memantau pergerakan jamaah haji, dengan harapan dapat terlayani dengan baik semuanya. Ini ikhtiar untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan jamaah haji Indonesia,” ucapnya.
Namun, Khairunas juga menyampaikan catatan penting. Ia menilai, tindakan syarikah yang menurunkan jamaah sembarangan tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan adalah bentuk kelalaian yang serius.

