Atap Meru – Atap bertingkat yang melambangkan orientasi spiritual menuju langit, memberi kesan kesucian dan kekhidmatan.
Ruang Cella (Keramat) – Ruang paling sakral di tengah bangunan, yang secara kosmologis dianggap lebih penting daripada mihrab itu sendiri.
Tiang Guru – Deretan tiang besar yang mengelilingi cella dan membentuk pusat ruang spiritual.
Ketiga elemen ini mencerminkan bagaimana budaya lokal dan nilai Islam berpadu harmonis dalam bentuk warisan arsitektur yang unik.
Cagar Budaya dan Destinasi Wisata Religi
Masjid Sultan Suriansyah kini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya secara rutin melakukan perawatan dan revitalisasi agar masjid tetap lestari tanpa mengurangi nilai historisnya.
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah warga sekitar, tetapi juga destinasi wisata religi dan edukasi sejarah yang menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keberadaan Masjid Sultan Suriansyah menjadi pengingat bahwa di tepi Sungai Kuin inilah peradaban Islam di Kalimantan Selatan pertama kali tumbuh, dan hingga kini tetap mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Banjar.(Wartabanjar.com/Ramadan Anwar)
editor: nur muhammad







