WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Tim teknis Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia memberikan materi tentang sosialisasi Cyber Hygiene kepada jajaran eksekutif dan perwakilan unit kerja Bank Kalsel.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai potensi ancaman dunia maya seperti phishing, malware, dan insider threat, serta upaya pencegahan melalui praktik cyber hygiene seperti penggunaan kata sandi yang kuat, backup data rutin, pengamanan jaringan, dan enkripsi data penting.
Materi itu merupakan tema yang disampaikan di acara peluncuran Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Bank Kalsel sekaligus penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) dari BSSN di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, Rabu (28/5/2025).
Di kesempatan ini, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN RI, Edit Prima mengungkapkan apresiasinya kepada Bank Kalsel.
Ia menyampaikan pernyataan penekanan pentingnya kesiapsiagaan digital lintas sektor.
“Langkah yang diambil Bank Kalsel ini merupakan contoh nyata bagaimana lembaga daerah bisa mengambil peran strategis dalam ketahanan digital nasional. Keamanan siber bukan hanya tentang sistem, tetapi tentang budaya dan komitmen,” katanya, dalam siaran pers Bank Kalsel, Senin (2/6/2025).
Ia menambahkan, ini bukan sekadar perlindungan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga reputasi, layanan, dan keberlanjutan.












