Pedagang Buah Pasar Keramat Kini Berjualan di Atas Trotoar

“Kami buat sendiri. Nggak ada dana bantuan. Hanya bayar retribusi pasar Rp 2.000. Tapi kami kumpulkan dana bertujuh, kurang lebih Rp20 juta untuk bangun lapak sementara ini,” jelasnya.

Luas area yang digunakan berada di atas trotoar dengan lebar sekitar dua meter dan bangunan kayu yang ditata memanjang, cukup untuk menampung deretan pedagang buah yang kini bisa berjualan dengan lebih tertib dan rapi.

Menurut Baslani, kondisi saat ini justru jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya. Tidak hanya bagi penjual, tapi juga pembeli yang kini bisa berbelanja tanpa harus terganggu lalu lintas..

“Dengan begini, pembeli nyaman, penjual juga nyaman. Harapan kami, nanti bisa ada tempat permanen. Sekarang ini kami pakai papan sendiri, bikin seadanya dulu,” tuturnya.

Baslani menegaskan harapan mereka cukup sederhana namun penting bagi keberlangsungan usaha kecil di pasar tersebut.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu dengan membangunkan los atau lapak tetap untuk kami berdagang,” pungkasnya. (Adew)

Editor Restu