Puluhan Warga Keracunan Makanan di Acara Posyandu, Dinas Kesehatan Balangan Segera Bertindak
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN– Sebanyak 34 orang diduga mengalami gejala keracunan massal usai menghadiri kegiatan posyandu balita di Desa Awayan, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Senin (19/5/2025).
Dua orang di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Keracunan diduga berasal dari puding yang dibagikan kepada peserta acara.
Makanan tersebut dibeli oleh kader dari salah satu warung di sekitar Awayan.
Kepala Desa Awayan, Agus, menyampaikan keprihatinannya untuk kejadian ini.
Ia mengungkapkan saat kejadian dia sedang di luar daerah, namun ia menegaskan bahwa anggaran posyandu sebenarnya memadai untuk menyediakan makanan yang sehat dan bergizi.
“Anggaran untuk kegiatan posyandu sebenarnya cukup. Ke depan kami akan lebih selektif dan berhati-hati dalam pengadaan makanan agar kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya saat di hubungi via WhatsApp, Rabu (28/5/2025) Malam.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan langsung melakukan penanganan cepat.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, H. Ahmad Sauki, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan kepada korban dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sampel makanan telah kami kirim untuk diuji kandungannya, dan semua korban sudah ditangani. Saat ini dalam kondisi stabil,” ujarnya, Rabu (28/5/2025) sore.
Ahmad Sauki juga menyoroti peran penting Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kecamatan Awayan dalam kegiatan posyandu.
Ia menegaskan bahwa Bimtek sudah sering dilakukan, sehingga seharusnya kader-kader di lapangan memiliki pengetahuan yang cukup dalam menyajikan makanan yang aman dan bergizi.
BACA JUGA: Duka di Tanah Suci! 3 Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Meninggal, Dunia, Terbaru dari HST Usai Umrah Wajib
“Jangan sampai Bimtek hanya jadi formalitas. Harus ada implementasi nyata di lapangan. Kalau tidak, itu sama saja buang-buang anggaran,” tegasnya.
TP PKK sendiri diketahui memiliki peran vital dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, mulai dari pengorganisasian kegiatan, pembinaan kader, edukasi kepada orang tua, hingga pengawasan terhadap makanan tambahan balita (PMT).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Balangan, H. Hasmi, menambahkan bahwa seluruh korban saat ini telah membaik dan dalam kondisi sehat.
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Investigasi sudah kami lakukan, dan dari Dinas Kesehatan Provinsi pun sudah turun langsung ke Puskesmas Awayan untuk memonitor. Kami juga akan melakukan pembinaan ulang kepada seluruh kader posyandu, terutama terkait standar penyajian makanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita dan keamanan pangan,” jelasnya, Kamis (29/5/2025) Pagi.
Selain penanganan langsung, Dinas Kesehatan Balangan juga aktif menyampaikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial.
Selain itu, pihak Dinas Kesehatan juga menyampaikan bahwa hasil laboratorium dari sampel makanan yang diambil masih dalam proses dan saat ini masih menunggu hasil lab untuk memastikan kandungan yang menyebabkan keracunan. (alfi)
Editor: Yayu