Puluhan Warga Keracunan Makanan di Acara Posyandu, Dinas Kesehatan Balangan Segera Bertindak

Ia menegaskan bahwa Bimtek sudah sering dilakukan, sehingga seharusnya kader-kader di lapangan memiliki pengetahuan yang cukup dalam menyajikan makanan yang aman dan bergizi.

BACA JUGA: Duka di Tanah Suci! 3 Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Meninggal, Dunia, Terbaru dari HST Usai Umrah Wajib

“Jangan sampai Bimtek hanya jadi formalitas. Harus ada implementasi nyata di lapangan. Kalau tidak, itu sama saja buang-buang anggaran,” tegasnya.

TP PKK sendiri diketahui memiliki peran vital dalam pelaksanaan kegiatan posyandu, mulai dari pengorganisasian kegiatan, pembinaan kader, edukasi kepada orang tua, hingga pengawasan terhadap makanan tambahan balita (PMT).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Balangan, H. Hasmi, menambahkan bahwa seluruh korban saat ini telah membaik dan dalam kondisi sehat.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Investigasi sudah kami lakukan, dan dari Dinas Kesehatan Provinsi pun sudah turun langsung ke Puskesmas Awayan untuk memonitor. Kami juga akan melakukan pembinaan ulang kepada seluruh kader posyandu, terutama terkait standar penyajian makanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita dan keamanan pangan,” jelasnya, Kamis (29/5/2025) Pagi.

Selain penanganan langsung, Dinas Kesehatan Balangan juga aktif menyampaikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan juga menyampaikan bahwa hasil laboratorium dari sampel makanan yang diambil masih dalam proses dan saat ini masih menunggu hasil lab untuk memastikan kandungan yang menyebabkan keracunan. (alfi)

Editor: Yayu