WARTABANJAR.COM – Aktivitas prostitusi daring dilaporkan mulai marak di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Temuan ini diungkapkan langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara, yang mengaku telah melakukan pemantauan sejak beberapa bulan terakhir.
Kepala Satpol PP Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga dan perangkat desa setempat. “Kami sudah lakukan pantauan sejak tiga bulan lalu terkait laporan adanya praktik prostitusi di sekitar wilayah IKN,” ujarnya.
Meskipun kawasan IKN telah berada dalam pengelolaan Otorita khusus, Ali menyebut urusan ketertiban sosial masih menjadi tanggung jawab administratif pemerintah daerah. Oleh karena itu, Satpol PP tetap aktif melakukan patroli dan penertiban.
Namun, tampaknya penertiban belum mampu membendung masuknya pelaku. Mereka diduga terus berdatangan ke kawasan IKN, memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan singkat untuk menawarkan layanan.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan dari pelaku yang berhasil diamankan, diketahui bahwa modus operandi yang digunakan cukup sistematis. Para pelaku umumnya menyewa kamar di hotel atau penginapan untuk beberapa hari, lalu mengaktifkan aplikasi tertentu untuk menjangkau pelanggan. Setelah dimintai keterangan, pelaku kemudian dipulangkan ke daerah asalnya.

