“Pada puncak mabit di Mina sejak tanggal 10 Dzulhijjah 1446 H, petugas sudah menempati pos-pos-pos di Mina. Pos ini terbagi dalam 2 jalur, yaitu MCR 1 (jalur jamarat bawah) dan MCR 2 (jalur jamarat lt 2). Tim ini akan bertugas di lapangan hingga tanggal 13 Dzulhijjah (nafar tsani),” jelas Harun, Ahad (25/5/2025).
Sementara jalur MCR 2, lanjutnya, adalah jalur jamarat lantai 2 yang akan diisi oleh tim MCR 2 dari petugas Daker Madinah.
BACA JUGA: Warga Khawatir Tak Ada Peringatan Bahaya Buaya di Sungai Jafri Zamzam
Harun mengatakan, MCR ini merupakan kebijakan PPIH Arab Saudi yang bertujuan untuk pelayanan jemaah melakukan jamarat, baik nafar awal hingga nafar Tsani.
Harun menambahkan, MCR 1 ini juga membantu memantau pergerakan jemaah yang mengikuti skema tanazul, yaitu jemaah yang tinggal di sektor 1-5 (wilayah Syisyah dan Raudhah).
“Harapannya, jemaah haji bisa melakukan wajib haji melempar jumroh dengan baik. Selain itu, itu kita pantau pergerakan jemaah, bisa melayani mereka dan membantu jemaah yang membutuhkan pertolongan, dan memastikan kegiatan jamarat berlangsung dengan baik dan lancar,” kata Harun.
Harun meminta petugas untuk siap menangani potensi permasalahan di jamarat, yaitu jemaah yang terpisah dari rombongan atau jemaah yang kelelahan.
Harun mengatakan, petugas MCR diminta siap untuk membantu jemaah hingga ketemu dengan rombongan atau bisa kembali ke hotel.
“Kami imbau petugas untuk membawa alat-alat P3K seperti minyak angin, inhaler, dan lainnya. Dan jangan lupa pakai kacamata, penutup kepala, semprot air, masker dan perbekalan yang cukup,” kata Harun. (yayu)

