WARTABANJAR.COM, BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, dengan lantang menyuarakan jeritan hati warga Desa Aing Bantai kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto. Aksi itu disampaikan dalam acara Peluncuran dan Percepatan Dialog Pembentukan Koperasi Merah Putih, yang digelar di Gedung Olahraga Babussalam, Jalan Taruna, Banjarbaru, Selasa (21/05/2025).
Dalam sesi dialog, Bupati menyoroti kondisi mengenaskan di Desa Aing Bantai, sebuah desa tertinggal yang hingga kini belum memiliki akses jalan memadai. Ironisnya, wilayah tersebut berada di kawasan hutan lindung, sehingga pembangunan infrastruktur menjadi terhambat oleh aturan konservasi.
“Desa Aing Bantai ini masuk kawasan lindung, jadi tidak boleh dieksploitasi. Tapi yang menyayat hati, masyarakat setiap hari harus jalan kaki puluhan kilometer hanya untuk keluar masuk kampung. Anak sekolah, warga sakit, ibu hamil, semua harus berjuang. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keadilan,” tegas Bupati Samsul Rizal dengan nada emosional.
BACA JUGA:BREAKING NEWS Kebakaran Hebat di Depan RS Danau Salak Gegerkan Warga Mataraman
Ia pun meminta pemerintah pusat untuk mengupayakan pelepasan sebagian kawasan hutan lindung demi membuka akses jalan yang layak ke desa tersebut.
“Kami mohon, akan kami usulkan pelepasan kawasan itu untuk bisa dibangun jalan. Agar masyarakat tidak terus merasa terisolasi,” ujarnya.
Menteri Yandri pun langsung merespons aspirasi itu dengan cepat. Ia memerintahkan jajarannya untuk mencatat dan menindaklanjuti permasalahan yang disampaikan.
“Ada 3.000 desa yang berada di kawasan hutan. Nanti diusulkan pak, tolong Pak Sekjen dan Pak Dirjen, catat nama desanya. Kita akan bicarakan dengan Menteri Kehutanan dan carikan solusi terbaik agar tidak ada masalah,” kata Yandri.







