Pihaknya juga telah meninjau Panti Perlindungan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria yang berada di depan Bandara Syamsudin Noor yang dipersiapkan menjadi posko utama Karhutla.
“Posko ini digunakan untuk pusat koordinasi, termasuk briefing bagi para pilot pemadam udara, serta tempat rapat-rapat penanganan darurat,” jelas Achmadi.
Dinas Sosial juga menyiapkan logistik dan armada pendukung, antara lain tiga unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, empat mesin pemadam kebakaran, dan empat unit mobil double cabin yang siap siaga selama 24 jam.
“Personel kami sudah siap. Jika sewaktu-waktu kondisi darurat terjadi, mereka akan segera diberangkatkan,” tambahnya.
Meskipun kondisi saat ini masih tergolong kemarau basah dengan intensitas hujan yang masih terjadi, BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September. Diharapkan, situasi tahun ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







