https://youtube.com/shorts/dR9zsi2UBlY   WARTABANJAR.COM - Tragedi memilukan terjadi di perairan Bengkulu pada Minggu sore (11/5/2025), ketika sebuah kapal wisata yang mengangkut 104 penumpang karam setelah dihantam badai saat berlayar dari Pulau Tikus menuju Pantai Malabero. Akibat insiden tersebut, tujuh orang penumpang dilaporkan meninggal dunia. Puluhan lainnya mengalami luka dan trauma, serta langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Bengkulu untuk mendapatkan perawatan medis. Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang kapal telah berhasil diidentifikasi. “Pagi ini sudah terkonfirmasi semua, semuanya sudah selamat, cuma memang ada beberapa yang pulang langsung ke rumah tanpa melapor,” ujar Mega, Senin (12/5/2025). Dengan demikian, dari total 104 penumpang, 97 orang dinyatakan selamat dan 7 meninggal dunia. Para korban yang terluka sebagian besar dirawat di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu serta RS Bhayangkara. RSHD menerima 17 orang korban, dengan rincian 15 orang selamat dan dua orang lainnya meninggal dunia saat kejadian. “Korban selamat sudah kita tangani secara intensif, mereka berasal dari Lahat (Sumatera Selatan), Curup (Rejang Lebong), dan Bengkulu,” jelas Plh Direktur RSHD, Meidi Faziri, Minggu malam. Ia juga menambahkan bahwa dua korban meninggal dunia yang bukan berasal dari Kota Bengkulu telah dikonfirmasi keluarganya dan akan segera dipulangkan ke daerah asal. “Kami akan terus memantau kondisi para korban dan menyampaikan kepada mereka agar tidak ragu melapor jika mengalami keluhan,” imbuhnya. Pasca kejadian, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, langsung meninjau kondisi korban di RS Bhayangkara. Dalam keterangannya, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. “Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sesuai arahan Gubernur Helmi Hasan, jenazah para korban diangkut dengan ambulans milik pemerintah dan seluruh biaya ditanggung,” kata Mian. Mian juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya wisatawan yang tengah menikmati libur panjang, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem. “Kita tidak bisa prediksi cuaca seperti ini. Bila terlihat tanda-tanda cuaca buruk, sebaiknya hindari beraktivitas di pantai maupun dekat pepohonan,” tegasnya. Musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Tiga Putra ini diduga terjadi akibat cuaca buruk yang membuat kapal kehilangan keseimbangan saat mendekati bibir Pantai Malabero. Proses evakuasi dan pencarian dilakukan secara intensif hingga Senin pagi, ketika sepuluh penumpang yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang akhirnya dipastikan selamat. Sebagian besar dari mereka diketahui tidak sempat melapor setelah menyelamatkan diri dan langsung pulang ke rumah masing-masing. Dengan berakhirnya proses identifikasi, Basarnas resmi menghentikan pencarian korban. Total, dari 104 penumpang, 97 berhasil diselamatkan dan 7 orang meninggal dunia.(vri/berbagai sumber) #kapaltenggelam #pulautikus #bengkulu #wartabanjar