Pihaknya mengerahkan tiga petugas inti dibantu lima orang dari UPT dan 32 mahasiswa pendamping untuk membantu pelayanan jemaah hingga ke pesawat.
Meski fasilitas dan layanan khusus telah disediakan, Hidayaturrahman menyoroti pentingnya akurasi data dari daerah.
BACA JUGA: Distribusi Air Bersih di Sebagian Kabupaten Banjar Mati 24 Jam
Ia berharap agar setiap kloter berikutnya dari kloter dua hingga tiga belas dapat memberikan data yang valid terkait jemaah lansia dan uzur.
“Kami ingin pelayanan ini tepat sasaran. Ada juga faktor psikologis, tidak semua lansia atau jemaah uzur mau menerima layanan khusus karena ingin tetap bersama teman-temannya yang sehat,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap jemaah lansia dan uzur harus menjadi prioritas bersama, agar seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan aman bagi semua peserta. (Ramadan)
Editor: Yayu







